Tahun Baru dan Balada Resolusinya


Hingga saat ini bumi kita masih ditakdirkan untuk berotasi dan juga berevolusi sesuai dengan hukum alam yang berlaku hingga waktu terus berjalan dan tak terasa bilangan tahun akan berganti kembali. 2018 menjadi 2019. Usai sudah pemakaian kalender tahun 2018 dan berganti menjadi tahun 2019. Banyak sekali peristiwa yang terjadi selama 365 hari ini. Peristiwa yang baik juga peristiwa kurang baik juga beberapa peristiwa yang sangat kuat melekat dalam ingatan.
Adalah sebuah kebiasaan dan entah seperti menjadi sebuah kewajiban bahwasannya tiap kali pergantian tahun maka ada semacam momen refleksi dan juga perenungan atas yang telah dilakukan selama tahun 2018. Merenungi kejadian-kejadian yang terjadi baik peristiwa yang dikategorikan baik atau peristiwa kurang baik. Setelah momen refleksi dan evaluasi akan dibuatlah sebuah resolusi baru di tahun baru. Pertanyaannya adalah apakah semua resolusi di tahun 2018 sudah terlaksana dengan baik?
Pertanyaan yang kurang mudah untuk dijawab. Pasalnya, resolusi tahun 2018 tidak banyak yang terealisasi dan selalu demikian setiap tahunnya. Resolusi-resolusi yang berganti setiap tahunnya itu memang tidak banyak yang bisa direalisasikan. Bahkan bertahun-tahun sebelumnya dengan kebiasaan buruk seperti itu membuatku sama sekali tak memiliki resolusi dan targetan hidup. Hidupku bergerak di tempat, di ruang 2 x 3 meter. Jadilah kemudian resolusi-resolusi itu berakhir sia-sia.
Ada sebuah penyebab yang belum benar-benar mengerti yang membuatku tak lantas mencapai resolusi-resolusi yang kubuat setiap tahunnya. Jika sedikit kuanalisis yang menyebabkan aku tak jua mewujudkan setiap resolusi itu adalah karena hanya untuk keren-kerenan, tidak datang dari hati dan juga kurang tekad untuk mewujudkannya.
Hampir semua orang membicarakan resolusi di setiap tahun baru. Mereka berbondong-bondong bertanya, “apa resolusimu tahun ini?” dan mereka yang bertanya biasanya telah membuat daftar resolusi yang akan dicapai. Dengan banyaknya orang-orang yang membuat resolusi-resolusi itu membuat para follower sejati juga mengikuti dan tanpa mereka sadari bahwa resolusi itu hanya karena banyak orang yang membuat dan jatuhnya hanya untuk keren-kerenan yang seolah berkata, “aku juga punya resolusi.” Dengan niat yang hanya segitu saja biasanya kita jadi enggan bahkan lupa akan resolusi-resolusi itu.
Kadang juga semua resolusi-resolusi yang tertulis itu hanyalah berakhir dalam sebuah catatan. Tak semua diberi hati sehingga ia memiliki daya Tarik untuk diwujudkan dan akhirnya akan berakhir hanya sebagai catatan saja. Yang sering kurasakan bahwa jika hati memiliki perasaan semangat dan tekad yang kuat maka meraih resolusi-resolusi itu juga jadi mudah tapi jika tidak maka jangankan dicapai, diingat saja mungkin tidak. Mungkin itulah yang terjadi pada diriku dan menyebabkan semua resolusi itu berakhir dalam catatan saja.

Tapi sejak mempelajari ilmu magnet rezeki, aku memahami beberapa hal baru kupahami menjadi penyebab tidak terwujudnya resolusi-resolusi itu. Apakah itu? Izin Allah. Tak ada satupun yang terjadi di dunia ini semata-mata karena izin Allah. Bahkan daun kering yang jatuh tertiup angin sekalipun. Jika Allah sudah mengizinkanya maka akan terjadi jika tidak maka tidak akan pernah terjadi.
Tapi Allah pun akan melihat hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh dan akan mengabulkan semua do’a yang dipanjatkan oleh hambanya. Maka semua akan kembali lagi pada kita, “apakah semua resolusi yang kita catat itu sudah dipanjatkan do’anya setiap saat?”. Selain do’a pun kita perlu berupaya dengan baik dalam mewujudkan resolusi-resolusi itu. Usaha-usaha itu yang kemudian akan membuat Allah terenyuh dan kemudian mengabulkan apa yang kita harapkan. Ilmu ini sesungguhnya sederhana tapi juga sering dirasa tidak mudah.
Intinya, Allah memiliki mekanisme dalam mewujudkan yang kita inginkan dan untuk meuwujudkannya kita perlu mengikuti langkah-langkah atau cara yang Allah miliki. Setidaknya langkah sederhana yang perlu kita lakukan adalah berdo’a dan kemudian percaya dan tetap berikhtiar.
So, apa resolusimu tahun ini?
Hingga saat ini bumi kita masih ditakdirkan untuk berotasi dan juga berevolusi sesuai dengan hukum alam yang berlaku hingga waktu terus berjalan dan tak terasa bilangan tahun akan berganti kembali. 2018 menjadi 2019. Usai sudah pemakaian kalender tahun 2018 dan berganti menjadi tahun 2019. Banyak sekali peristiwa yang terjadi selama 365 hari ini. Peristiwa yang baik juga peristiwa kurang baik juga beberapa peristiwa yang sangat kuat melekat dalam ingatan.
Adalah sebuah kebiasaan dan entah seperti menjadi sebuah kewajiban bahwasannya tiap kali pergantian tahun maka ada semacam momen refleksi dan juga perenungan atas yang telah dilakukan selama tahun 2018. Merenungi kejadian-kejadian yang terjadi baik peristiwa yang dikategorikan baik atau peristiwa kurang baik. Setelah momen refleksi dan evaluasi akan dibuatlah sebuah resolusi baru di tahun baru. Pertanyaannya adalah apakah semua resolusi di tahun 2018 sudah terlaksana dengan baik?
Pertanyaan yang kurang mudah untuk dijawab. Pasalnya, resolusi tahun 2018 tidak banyak yang terealisasi dan selalu demikian setiap tahunnya. Resolusi-resolusi yang berganti setiap tahunnya itu memang tidak banyak yang bisa direalisasikan. Bahkan bertahun-tahun sebelumnya dengan kebiasaan buruk seperti itu membuatku sama sekali tak memiliki resolusi dan targetan hidup. Hidupku bergerak di tempat, di ruang 2 x 3 meter. Jadilah kemudian resolusi-resolusi itu berakhir sia-sia.
Ada sebuah penyebab yang belum benar-benar mengerti yang membuatku tak lantas mencapai resolusi-resolusi yang kubuat setiap tahunnya. Jika sedikit kuanalisis yang menyebabkan aku tak jua mewujudkan setiap resolusi itu adalah karena hanya untuk keren-kerenan, tidak datang dari hati dan juga kurang tekad untuk mewujudkannya.
Hampir semua orang membicarakan resolusi di setiap tahun baru. Mereka berbondong-bondong bertanya, “apa resolusimu tahun ini?” dan mereka yang bertanya biasanya telah membuat daftar resolusi yang akan dicapai. Dengan banyaknya orang-orang yang membuat resolusi-resolusi itu membuat para follower sejati juga mengikuti dan tanpa mereka sadari bahwa resolusi itu hanya karena banyak orang yang membuat dan jatuhnya hanya untuk keren-kerenan yang seolah berkata, “aku juga punya resolusi.” Dengan niat yang hanya segitu saja biasanya kita jadi enggan bahkan lupa akan resolusi-resolusi itu.
Kadang juga semua resolusi-resolusi yang tertulis itu hanyalah berakhir dalam sebuah catatan. Tak semua diberi hati sehingga ia memiliki daya Tarik untuk diwujudkan dan akhirnya akan berakhir hanya sebagai catatan saja. Yang sering kurasakan bahwa jika hati memiliki perasaan semangat dan tekad yang kuat maka meraih resolusi-resolusi itu juga jadi mudah tapi jika tidak maka jangankan dicapai, diingat saja mungkin tidak. Mungkin itulah yang terjadi pada diriku dan menyebabkan semua resolusi itu berakhir dalam catatan saja.
Tapi sejak mempelajari ilmu magnet rezeki, aku memahami beberapa hal baru kupahami menjadi penyebab tidak terwujudnya resolusi-resolusi itu. Apakah itu? Izin Allah. Tak ada satupun yang terjadi di dunia ini semata-mata karena izin Allah. Bahkan daun kering yang jatuh tertiup angin sekalipun. Jika Allah sudah mengizinkanya maka akan terjadi jika tidak maka tidak akan pernah terjadi.
Tapi Allah pun akan melihat hamba-hambanya yang bersungguh-sungguh dan akan mengabulkan semua do’a yang dipanjatkan oleh hambanya. Maka semua akan kembali lagi pada kita, “apakah semua resolusi yang kita catat itu sudah dipanjatkan do’anya setiap saat?”. Selain do’a pun kita perlu berupaya dengan baik dalam mewujudkan resolusi-resolusi itu. Usaha-usaha itu yang kemudian akan membuat Allah terenyuh dan kemudian mengabulkan apa yang kita harapkan. Ilmu ini sesungguhnya sederhana tapi juga sering dirasa tidak mudah.
Intinya, Allah memiliki mekanisme dalam mewujudkan yang kita inginkan dan untuk meuwujudkannya kita perlu mengikuti langkah-langkah atau cara yang Allah miliki. Setidaknya langkah sederhana yang perlu kita lakukan adalah berdo’a dan kemudian percaya dan tetap berikhtiar.
So, apa resolusimu tahun ini?

Komentar